BPBD Kabupaten Pekalongan melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di halaman kantor BPBD dan diikuti oleh pegawai serta jajaran personel.
Apel peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Dalam amanatnya, pembina apel menyampaikan pentingnya meneladani semangat juang Kartini, khususnya dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk dalam upaya penanggulangan bencana.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh personel BPBD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa memandang gender, serta mendorong peran aktif perempuan dalam kegiatan kebencanaan, baik pada tahap mitigasi, tanggap darurat, maupun rehabilitasi dan rekonstruksi.
Apel berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar semangat perjuangan Kartini terus menginspirasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Selasa, 21 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menindaklanjuti kejadian jebolnya tanggul Sungai Silempeng yang berada di Dukuh Babadan Benjot, Desa Depok, Kecamatan Siwalan, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan hasil kajian di lapangan, kejadian ini diduga dipicu oleh peristiwa rob besar yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, air rob masuk ke area perkampungan dengan ketinggian kurang lebih 20 cm di jalan dan melimpas melalui tanggul Sungai Silempeng. Adapun waktu pasti jebolnya tanggul belum dapat dipastikan.
Akibat kejadian tersebut, tanggul Sungai Silempeng mengalami kerusakan dengan panjang sekitar 4 meter, lebar 2 meter, dan tinggi tanggul 1 meter. Air dari sungai mengalir ke area persawahan di Desa Boyoteluk. Meski demikian, kejadian ini tidak berdampak langsung terhadap permukiman warga.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan assessment di lokasi terdampak guna mengetahui tingkat kerusakan dan potensi risiko lanjutan. Selain itu, BPBD juga melakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait, pemerintah desa, serta pihak kecamatan untuk langkah penanganan tanggul jebol.
BPBD Kabupaten Pekalongan juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dan mitigasi dampak yang lebih luas. Upaya penanganan lanjutan akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar, terutama apabila terjadi rob susulan atau peningkatan debit air.
Sabtu, 18 April 2026
Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Sragi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB mengakibatkan sebuah pohon mangga tumbang dan menimpa rumah warga di Dukuh Balurembang RT 03/RW 05, Desa Tegalsuruh, Kabupaten Pekalongan.
Kejadian tersebut menyebabkan satu unit rumah milik Bapak Ade Sanjaya mengalami kerusakan pada bagian dapur. Peristiwa ini berdampak pada satu kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Setelah menerima laporan, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pekalongan segera berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim gabungan kemudian melaksanakan asesmen, penanganan, serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa bangunan.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp20 juta.
Saat ini, kondisi di lokasi telah aman dan pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi. Untuk pembersihan lanjutan, warga bersama unsur terkait akan melaksanakan kerja bakti pada hari berikutnya.
Penanganan kejadian ini melibatkan BPBD Kabupaten Pekalongan, pemerintah desa setempat, serta partisipasi aktif masyarakat. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Minggu, 12 April 2026
BPBD Kabupaten Pekalongan - Kamis, 9 April 2026, kunjungan edukatif dari TK Griya Pelangi GSM Kebonagung, Kajen, Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 25 anak didik yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta mendapatkan materi pengenalan mitigasi bencana sejak dini. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif seperti Flying Fox yang bertujuan melatih keberanian dan ketangkasan anak.
Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan perahu sebagai salah satu sarana evakuasi dalam situasi kebencanaan, khususnya banjir. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran serta kesiapsiagaan terhadap bencana sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh keceriaan, serta menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam memahami pentingnya mitigasi bencana.
Kamis, 9 April 2026
Kamis, 2 April 2026, BPBD Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan edukatif dari TK ABA 3 Muhammadiyah Kajen. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh 31 anak didik dengan penuh antusias.
Dalam kunjungan tersebut, para peserta diperkenalkan pada materi dasar mitigasi kebencanaan yang disampaikan secara ringan dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini terkait pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Selain pemberian materi, kegiatan juga diisi dengan aktivitas bermain yang edukatif, salah satunya permainan flying fox yang memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus melatih keberanian dan kepercayaan diri anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memiliki pemahaman dasar mengenai kebencanaan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. BPBD Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak usia dini.
Kamis, 2 April 2026
PEKALONGAN – Dalam upaya memperkuat resiliensi daerah terhadap ancaman bencana yang tidak mengenal batas administratif, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang melaksanakan kunjungan kerja resmi ke kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, Kamis (02/04/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada penyusunan draft Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait penanggulangan bencana di wilayah perbatasan.
Semangat Kolaborasi dan Legalitas Kerjasama
Kunjungan ini didasari oleh kesadaran bahwa karakteristik geografis kedua kabupaten memiliki kemiripan, mulai dari ancaman banjir di wilayah pesisir hingga risiko tanah longsor di area pegunungan.
Perjanjian Kerjasama ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan landasan operasional agar koordinasi di lapangan terutama di titik-titik perbatasan dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Dalam diskusi panel yang berlangsung hangat, kedua belah pihak menyepakati penguatan strategi pada tiga fase utama:
A. Pra-Bencana: Pencegahan dan Kesiapsiagaan
1. Akses informasi berupa peta potensi rawan bencana, kajian risiko bencana, data relawan, data sarana dan prasarana kebencanaan wilayah;
2. Upaya pengurangan risiko bencana berupa sosialisasi kebencanaan, latihan gabungan kesiapsiagaan, dan kegiatan pengurangan risiko bencana lainnya.
B. Saat Tanggap Darurat: Respons Cepat Terpadu
1. Pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi korban terdampak bencana;
2. Pengerahan sumber daya dan logistik;
3. Penanganan pengungsi dan perlindungan kelompok rentan;
4. Pembangunan hunian sementara;
5. Pemenuhan dasar masyarakat terdampak bencana; dan
C. Pasca-Bencana: Rehabilitasi dan Rekonstruksi
1. Pengkajian dan penghitungan kebutuhan pasca bencana;
2. Penyusunan Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana; dan
3. Koordinasi Penanganan Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana.
Kamis, 2 April 2026
KAJEN – Bertempat di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, jajaran pegawai BPBD melaksanakan Rapat Koordinasi Internal pada Rabu, 1 April 2026. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD dan dihadiri oleh seluruh jajaran struktural serta staf.
Fokus Utama: Evaluasi Triwulan I
Agenda utama rapat ini adalah membedah capaian kinerja selama Triwulan I (Januari–Maret) Tahun 2026. Dalam laporannya, masing-masing bidang menyampaikan progres serapan anggaran, efektivitas penanganan kebencanaan di lapangan, serta kendala teknis yang dihadapi selama musim penghujan awal tahun.
"Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap program yang kita jalankan benar-benar berdampak pada masyarakat, terutama dalam hal kecepatan respons (response time) dan manajemen logistik saat terjadi kedaruratan," tegas pimpinan rapat.
Penyusunan Rencana Strategis 2026
Selain evaluasi, rapat juga membahas detail Rencana Kegiatan Tahun 2026. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain:
Penguatan Mitigasi: Peningkatan kapasitas Desa Tangguh Bencana (Destana).
Modernisasi Peralatan: Pengecekan dan pemeliharaan armada serta peralatan SAR untuk kesiapsiagaan sisa tahun.
Sinkronisasi Program: Memastikan setiap kegiatan berjalan selaras dengan target kinerja daerah dan tanggap terhadap perubahan iklim global.
Penutup
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pegawai BPBD Kabupaten Pekalongan memiliki visi yang sama dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang kebencanaan. Soliditas internal menjadi kunci utama agar Kabupaten Pekalongan tetap tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
BPBD Kabupaten Pekalongan: Tanggap, Tangkas, Tangguh
Rabu, 1 April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan edukasi kebencanaan dengan menjadi narasumber dalam pelatihan mitigasi bencana bagi karyawan SPPG. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Dapur SPPG Pekalongan, Desa Dororejo, Kecamatan Doro.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyampaikan beberapa materi penting, di antaranya mitigasi bencana, penanganan kebakaran ringan, serta simulasi penanggulangan keadaan darurat. Materi disampaikan secara teori dan praktik guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta.
Sebanyak 40 karyawan SPPG mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan terkait langkah-langkah awal dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran, yang dapat terjadi di lingkungan kerja.
Kegiatan ini didukung oleh personil BPBD Kabupaten Pekalongan, yaitu Pandu G, Harnoyo, dan Subekti F, yang berperan sebagai narasumber sekaligus instruktur dalam pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas karyawan SPPG dalam menghadapi potensi bencana semakin meningkat. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Jumat, 27 Maret 2026
Pekalongan – Tanggul Sungai Bremi yang berada di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dilaporkan jebol pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, khususnya di bagian selatan, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Akibat tingginya debit air, tanggul tidak mampu menahan tekanan hingga akhirnya jebol. Air kemudian meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Tirto.
Dampak dari kejadian tersebut, tanggul Sungai Bremi mengalami kerusakan dengan ukuran kurang lebih panjang 15 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter. Selain itu, banjir turut merendam tiga desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo, dan Desa Karangjompo.
Di Desa Tegaldowo, tepatnya di Dusun Tegaldowo Wetan RT 06 hingga RT 10 RW 03, ketinggian air mencapai 0–10 cm di jalan dan 5–20 cm di permukiman. Sebanyak 335 rumah terdampak dengan total 448 kepala keluarga atau sekitar 1.550 jiwa. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, antara lain Masjid Al Ikhlas, TK Muslimat, MIS Tegaldowo, dan Mushola Istiqomah.
Sementara itu, di Desa Mulyorejo (Dusun Mbabatan RT 09 RW 03), banjir menggenangi jalan setinggi 15 cm dan permukiman sekitar 9 cm. Tercatat 20 rumah terdampak dengan 58 kepala keluarga. Fasilitas umum berupa mushola juga turut terdampak.
Adapun di Desa Karangjompo, Dukuh Dampyak, ketinggian air mencapai 10–25 cm di jalan dan 0–5 cm di area permukiman warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, melaksanakan assessment di lokasi, serta melaporkan kondisi kepada pimpinan. Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan.
Berdasarkan kondisi mutakhir, genangan air di jalan dan permukiman dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, kebutuhan mendesak saat ini meliputi perbaikan tanggul yang jebol, penyediaan karung dan tanah urug, serta bantuan logistik bagi warga terdampak dan masyarakat yang terlibat dalam kerja bakti.
Jumat, 27 Maret 2026