Jumat, 31 Oktober 2025
KAJEN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan bersama Tim Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., dalam kegiatan Visitasi Daring ASKOMPSI Digital Leadership Government (ADLG) Awards 2025 yang dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Aula Dinkominfo Kabupaten Pekalongan.
Pelaksanaan visitasi daring ini menjadi tindak lanjut atas terpilihnya Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu kandidat penerima penghargaan dalam Kegiatan ADLG Awards 2025.
Sebelumnya, kegiatan ini telah melalui tahap pra-asesmen melalui website resmi ADLG Awards 2025. Berdasarkan hasil penilaian, telah ditetapkan 15 kandidat finalis yang dinilai memiliki kepemimpinan dan inovasi terbaik dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah.
Adapun kelima belas kandidat finalis tersebut terbagi dalam tiga kategori sebagai berikut:
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat
Jumat, 31 Oktober 2025
Rabu, 29 Oktober 2025
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung
Sekretaris Daerah Kota Surakarta
Sekretaris Daerah Kota Blitar
Sekretaris Daerah Kota Malang
Sekretaris Daerah Kota Kediri
Sekretaris Daerah Kota Jambi
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas
Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan
Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta
Prestasi ini menjadi kali kedua bagi Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan menjadi 5 besar finalis kategori Kabupaten, setelah sebelumnya pada tahun 2024 berhasil meraih penghargaan sebagai Sekretaris Daerah terbaik di kategori yang sama.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik digital, sejalan dengan semangat transformasi digital nasional.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Desk Penyusunan Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada tanggal 28–29 Oktober 2025 bertempat di Aula Dinkominfo Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kolaborasi dalam menyusun arah kebijakan dan perencanaan implementasi SPBE di daerah.
Pelaksanaan desk ini merupakan tahapan penting dalam upaya menyusun arsitektur dan peta rencana SPBE, yang mencakup pemetaan terhadap komponen utama seperti proses bisnis, layanan, data, aplikasi, infrastruktur, dan keamanan informasi. Melalui proses pemetaan tersebut, diharapkan dapat terwujud keselarasan antar sistem serta integrasi layanan digital pemerintah daerah yang lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan.
Selain sebagai bentuk tindak lanjut dari kebijakan nasional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung transformasi digital daerah sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional.
Dengan adanya penyusunan Arsitektur SPBE ini, diharapkan seluruh OPD dapat memiliki pedoman yang jelas dan terarah dalam mengembangkan serta mengelola sistem dan aplikasi pemerintahan, sehingga terbangun ekosistem digital yang terpadu, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, Dinkominfo Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penerapan SPBE yang terintegrasi dan berdaya saing, sebagai langkah nyata menuju terwujudnya pemerintahan digital yang melayani, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kamis, 30 Oktober 2025
Bogor, 28 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, selaku Ketua Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS), menghadiri kegiatan Cyber Incident Exchange Forum (CIEF) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kegiatan berlangsung di Aula dr. Roebiono Kertopati, BSSN, dan diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan instansi pemerintah pusat dan daerah.
Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan pertukaran informasi antar instansi dalam menghadapi berbagai potensi insiden siber di lingkungan pemerintahan. Melalui kegiatan ini, BSSN mendorong seluruh pemerintah daerah agar semakin sigap dan tanggap dalam menjaga keamanan ruang siber nasional, khususnya dalam menghadapi ancaman kebocoran data dan serangan digital yang semakin kompleks.
Sebagai Ketua Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Kabupaten Pekalongan, Dinas Komunikasi dan Informatika berperan aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan insiden siber di tingkat daerah. Partisipasi dalam forum ini juga menjadi ajang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik antar pemerintah daerah, sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang keamanan siber.
Melalui kegiatan CIEF 2025, diharapkan terbentuk ekosistem kolaboratif antara BSSN, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya dalam mendeteksi, merespons, serta memitigasi insiden siber secara cepat dan efektif.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola keamanan informasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan keamanan siber. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendukung terwujudnya transformasi digital yang aman, andal, dan berdaulat.
Rabu, 29 Oktober 2025
Kajen, 27 Oktober 2025 – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan pengisian bukti dukung untuk pemenuhan Evaluasi Satu Data Indonesia (SDI) Tahun 2025, bertempat di Aula Dinas Kominfo pada Senin (27/10).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bapperida selaku Koordinator Forum Satu Data Indonesia Daerah, serta Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai walidata.
Pengisian bukti dukung dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi pelaksanaan Satu Data Indonesia di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh unsur pelaksana SDI — mulai dari produsen data, walidata, hingga pembina data — telah memenuhi indikator yang ditetapkan secara nasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Pekalongan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan data, memperkuat koordinasi antar instansi, serta mendorong terwujudnya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai prinsip Satu Data Indonesia.
Rabu, 29 Oktober 2025
Kajen – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan turut mendampingi secara penuh pelaksanaan visitasi dan verifikasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Oktober 2025, di Aula Dinkominfo Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, di mana Pemerintah Kabupaten Pekalongan dinyatakan berhasil lolos ke tahap Uji Publik. Capaian tersebut menandai peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya dan menunjukkan komitmen kuat Pemkab Pekalongan terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas progres yang telah dicapai. Beliau menekankan pentingnya langkah perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola informasi, termasuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan substansi materi informasi publik agar mampu menjawab tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan dan pelayanan publik yang lebih baik.
Sementara itu, Komisioner Bidang Kelembagaan dan Monev KI Jawa Tengah, Ermy Sri Ardhyanti, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kesiapan Pemkab Pekalongan. Ermy menyampaikan bahwa setelah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan presentasi, hasil visitasi Pemkab Pekalongan dinilai memadai dan layak melanjutkan ke tahap Uji Publik. Ia juga berpesan agar komitmen keterbukaan informasi tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi dapat diterapkan secara merata di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya optimalisasi website dan media sosial resmi pemerintah sebagai sarana utama untuk menyampaikan informasi publik dan memberikan layanan yang transparan kepada masyarakat.
Sebagai instansi pengampu urusan komunikasi dan informatika, Dinkominfo Kabupaten Pekalongan berperan aktif dalam mendampingi proses visitasi ini, mulai dari penyusunan data dukung hingga fasilitasi teknis kegiatan. Dinkominfo juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas PPID Pelaksana, memperkuat koordinasi lintas-OPD, dan memastikan implementasi keterbukaan informasi publik berjalan secara berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Pekalongan dalam mewujudkan pemerintahan yang informatif, partisipatif, dan terpercaya, serta menjadi bukti nyata bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban, tetapi juga budaya pelayanan publik yang terus diperkuat.
Rabu, 22 Oktober 2025
Wonokerto, Rabu (15/10/2025) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan berperan aktif dengan menyediakan jaringan internet dalam mendukung kegiatan Penanaman Mangrove Serentak Tahap II dalam rangka Program Mageri Segoro Tahun 2025 yang diadakan oleh Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan di kawasan pesisir Pantai Wonokerto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat mitigasi perubahan iklim melalui penanaman ribuan bibit mangrove secara serentak. Program Mageri Segoro sendiri menjadi agenda berkelanjutan yang digagas untuk mengembalikan fungsi ekosistem pantai dan laut, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap abrasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, S.S., M.S. yang bersama-sama dengan unsur terkait melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan pantai. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi simbol kolaborasi dan sinergi nyata lintas sektor dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.
Sebagai bagian dari dukungan teknis, Dinkominfo Kabupaten Pekalongan menghadirkan layanan jaringan internet di lokasi kegiatan untuk menunjang kebutuhan komunikasi, dokumentasi, serta publikasi langsung dari lapangan.
Dengan adanya dukungan konektivitas digital dari Dinkominfo, kegiatan Mageri Segoro diharapkan tidak hanya menjadi gerakan menanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana kolaborasi hijau.
Rabu, 15 Oktober 2025
Kajen - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan Supriyadi, S.E., M.M., menjadi salah satu narasumber dalam Lokakarya Literasi Digital yang dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan dengan tema "Pengembangan Konten Literasi Berbasis Kearifan Lokal" berlangsung di Gedung Depot Arsip pada Senin, (13/10/2025) pagi.
Dalam materi yang disampaikan Kadis Supriyadi yaitu AI, Kita, dan Etika pihaknya menjelaskan bahwa penggunaan AI sekarang ini sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat dalam membantu pekerjaan sehari-hari. Namun ada beberapa hal yang harus dipahami masyarakat yaitu berkaitan dengan etika.
"Sekarang ini bisa dengan mudah kita memasukkan prompt atau perintah sesuai dengan keinginan kita, misal ketika saya ingin membuat satu naskah pidato saya minta bantuan AI nggak papa. Tapi tetap sayang cek ulang tulisannya apakah ada kesalahan penulisan atau kesalahan data, jadi tidak serta merta hasil dari AI langsung kita gunakan," ugkapnya.
Satu peserta lokakarya bernama Rima menanyakan terkait bagaimana menjaga keamanan data pribadi karena foto pribadi dirinya pernah disalahgunakan untuk meminta pulsa ke temannya.
"Ijin bertanya kepada pak Pri bagaimana cara menanggulangi agar data kita tidak disalahgunakan, karena foto saya pernah disalahgunakan untuk meminta pulsa kepada tetangga saya," tandasnya.
Supriyadi menjelaskan bahwa dari pihak Kominfo sendiri selalu melakukan patroli cyber, namun untuk terkait data pribadi seperti foto itu ketika sudah di unggah ke medsos, konsekuensinya adalah siapapun bisa mengunduh. Sehingga Supriyadi menyarankan untuk lebih bijak untuk bermedia sosial.
Dalam sesi terakhir, Supriyadi menjelaskan bahwa penggunaan AI ini pasti punya dampak positif dan negatif. Akan lebih baik jika kita mempelajari penggunaan AI dan syukur-syukur bisa untuk menambah penghasilan. (Dinkominfo)
Selasa, 14 Oktober 2025